GERAK PERJUANGAN KADER HMI (MILAD HMI KE-66)

Selasa, 05 Februari 2013 0 komentar


Jika HMI yang berumur 66 tahun digambarkan sebagai seorang manusia, kira-kira akan seperti gambar diatas. Namun HMI adalah ruh. Ruh tak kenal waktu.
Selamat Milad Himpunan Mahasiswa Islam. Selamat bagi Almarhum Lafran Pane yang telah berhasil menghimpun mahasiswa Islam yang memiliki pandangan Ke-Mahasiswa-an, Ke-Bangsa-an, dan Ke-Umat-an.



Reformasi Hijau Hitam Sebagai Gerak Perubahan penegak Panji-Panji Kebenaran 


Oleh: Amran ( Komisaria STIA Puangrimaggalatung Sengkang )

Tulisan ini kiranya hanyalah sebatas ungkapan dan apresiasi  sederhana yang ingin saya sampaikan dalam rangka memperingati milad HMI yang ke-66 (5 Februari 2013 ) sejak kelahirannya tanggal 5 Februari 1947 yang diprakarsai oleh Prof. Lafran Pane. Gejolak perjuangan HMI terus menunjukkan eksistensi sebagai Organisasi Islam Terbesar dan Ter Tua di Indonesia dan pada hari ini Tanggal 5 Februari 2013 kita tiba pada hari peringatan Milad HMI  yang ke - 66 dan Angka 66 tentu bukanlah angka yang kecil, artinya fluktuasi dinamika hingga puluhan tahun menjadi pengalaman tersendiri dalam keeksistensiannya menghadapi lika-liku perjalanan organisasi ini. Terangnya, semakin tua usia suatu organisasi semakin matang dan mantap pula segala kesiapan Mental untuk menghadapi tantangan dan problematika yang semakin kompleks di zaman modernisasi ini .

Semoga dengan peringatan Milad HMI yg ke -66 Ini tidak hanya menjadi hari peringatan atau momen  formalitas kegiatan dan seremonial belaka. menurut saya seharusnya peringatan Milad ini  haruslah dijadikan  momentum sakral, yakni sebagai momentum untuk refleksi bersama, berfikir sejenak memahami realitas faktual yang hinggap di tubuh HMI saat ini dengan tetap berekspektasi adanya kebangkitan dan perubahan signifikan dari organisasi ini. Refleksi ini adalah manifestasi rasa cinta kasih kepada organisasi HMI sebagai sikap optimis untuk turut menuangkan gagasan dalam membenahi organisasi ini secara bersama-sama. Refleksi ini haruslah dijadikan sebagai road map untuk menenggelamkan dan mengubur segala bentuk keterbelakangan dan kemunduran HMI yang hinggap saat ini menuju kemajuan dan kejayaan dalam menyongsong kehidupan yang lebih beradab dan bernilai.

Dalam menunjukkan Eksistensi dan nilai nilai perjungan seluruh Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) khususnya yang ada di Kabupaten Wajo  harusnya sudah menjadi hal yang real yang tidak diragukan lagi mengingat segala bentuk pergerakan yang dilakukan oleh himpunan Mahasiswa Islam ( HMI)  sebagai pengayon dan penegak panji-panji Kebenaran melalui aksi pembelaan dan pembebasan segala macam bentuk pembodohan ,kesesatan dan kehancuran yang manjadi ancaman utama dalam negeri ini ., kader HMI dalam menyikapi segalan bentuk problematika tersebut tentu KAder-Kader HMI mampu menempatkan diri dalam bingkai kebersamaan dalam menegakkan kebenaran dan melolak segala bentuk ancaman yang dapat menghancurkan kelangsungan tatanan Negera Republik Indonesia untuk mencapai masyarakat adil makmur yang di ridhoi Allah Swt .

Dan dengan peringatan Milad HMI yang ke -66 Ini tentulah kita meinginkan sejuta harapan untuk eksistensi HMI dalam mengarungi lika liku Organisasi kedepanya dengan tetap mengacu pada nilai nilai dasar perjungan yang ada di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) , dan tetap bisa bertahan dan menyikapi peradaban di era globalisi saat ini,agar HMI selalu menjadi Organisasi yang relevan dan pembawa tongkat estafet perubahan menuju  Indonesia yang lebih baik .

apa yang saya ungkapan pada blog saya ini bukan hanyalah Tulisan semata namun bentuk promis yang disertai dengan penanaman dalam hati dan pengaplikasian yang sejati sesuai harapan Prof.Lafran Pane ,yang menjadi pendiri Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI). dan harapan saya selaku penulis agar Kader HMI dapat  munjunjung nilai secara internal, yakni dinamika di dalam tubuh HMI haruslah menjadi piranti perkaderan, menjadi instrumen kesadaran bagi setiap anggota untuk menempa diri, membentuk karakter dan mentalitas kepribadian yang tangguh. Berani mengeksploitir diri untuk kebaikan pribadi dan anggota lainnya. Dan berhenti mengeksploitir diri karena penghambaan terhadap sesuatu yang nilainya lebih rendah, yakni karena pamrih dan menghilangkan unsur keikhlasan. Oleh karena itu, sebelum yakin usaha sampai untuk mewujudkan kemajuan dalam segala bidang, modal awal kader HMI dalam mengarungi segala bahtera dinamika dalam ber-HMI adalah bersyukur dan ikhlas di dalam berorganisasi.selain itu kader harus juga  menjunjung tinggi nilai secara eksternal. Nilai ini merupakan kaidah yang tidak hanya menuntut kader HMI untuk mengabdikan diri kepada masyarakat yang lebih luas. Tetapi juga karena ini memanglah sudah menjadi kewajiban bagi kader HMI untuk menyebarkan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di dalam sendi-sendi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Inilah cita-cita kader HMI untuk menjadi kader umat dan kader bangsa.

Dibalik itu semua, keadaan di lapangan ternyata tidak serta merta selalu manis dan elok seperti yang diidam-idamkan. Dari dinamika yang ada, antara baik dan buruk, pujian dan hinaan, manis dan pahit, hingga maju dan mundur silih berganti mengisi relung perkaderan di dalam tubuh HMI.
Pasca reformasi dan memasuki post-modern, degradasi yang terjadi di dalam jasad HMI tidak dapat dipungkiri adanya. Hal ini diperkuat oleh fakta-fakta yang menunjukkankemunduran dan kemelorotan HMI yang disampaikan secara jelas dan terang oleh Prof. DR. Agussalim Sitompul (2005) dalam buku 44 Indikator Kemunduran HMI.Penyelidikan dan pembacaan kritis mengenai realita faktual oleh sejarawan HMI ini, kiranya akan sangat tidak berguna dan mubazir manakala tidak ada tindak lanjut yang pasti dan langkah kongkrit oleh kader-kader HMI.

Sebagai akhir dari tulisan saya ini, semoga peringatan milad ini menggugah kita semua untuk berikhtiyar mewujudkan kedinamisan dan memunculkan kembali masterpiece(adikarya) baru yang lahir dari rahim HMI sebagaimana prestasi-prestasi yang ditorehkan abang-abang kita dahulu sejak HMI dilahirkan. Jayalah dan Dirgahayu Himpunan Mahasiswa Islam. Jaya dan Bahagia HMI!

HMI Tidak Menyebabkan Pembodohan,Penyesatan dan Kehancuran tapi
HMI membawa Perubahan ,

Hormatku :  Amran


Share this article :

Poskan Komentar

Recent Posts

Recent Comments

Subscribe

Subscribe by Email
Diberdayakan oleh Blogger.

leftwidget »

 
Support : Amran Share | Creating Website | Amran Share | RPW | Online Busines
Copyright © 2011. Rumpun Pemuda Wajo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by No Share
Proudly powered by Blogger
Informasi : Musyawarah Besar pertama Rumpun Pemuda Wajo (RPW) akan segera dilaksanakan setelah pelaksanaan kemah lomba budaya tingkat Sulawesi Selatan ~~~~~~~~ Menghadapi Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Wajo , Segenap Pengurus Rumpun Pemuda Wajo mendukung KPU Kab.Wajo dalam melaksanakan Pemilukada bersih dan damai